Mitos Mengenai Matematika

Matematika, sebagai mata pelajaran, selalu dihormati oleh orang-orang tertentu (baca ahli matematika dan ilmuwan) dan ditakuti oleh seluruh dunia. Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa AS tidak memperoleh tingkat keterampilan kuantitatif yang diperlukan untuk studi di masa depan atau bahkan prospek

karier yang lebih cerah. Kita dapat melihatnya di sekitar kita: Semakin banyak mahasiswa yang mengambil kursus perbaikan, dan perbandingan yang menunjukkan siswa AS jauh di belakang siswa dari negara lain. Bahkan, statistik menunjukkan banyak siswa yang masuk perguruan tinggi setelah mempelajari kalkulus, mengalami masalah dengan matematika dasar!

Jawaban untuk keprihatinan di atas dapat ditemukan dengan menghadapi apa yang disebut ‘mitos’ tentang Matematika.
a) Keterampilan matematika tergantung pada negara tempat kita berasal dari
Matematika sebagai subjek, inti atau aplikasi, bersifat universal – Seorang siswa dari negara atau latar belakang mana pun dapat bersaing secara setara dengan yang lain di dunia, tidak seperti geografi atau diksi misalnya, yang bervariasi berdasarkan latar belakang. Matematika bersifat faktual dan logis, siswa dapat memahami konsep utama di mana pun atau bagaimana mereka diajarkan.

b) Hanya ilmuwan dan insinyur yang perlu memahami matematika.
Matematika sekarang dianggap sebagai bahasa untuk semua disiplin ilmu. Ini adalah ilmu yang berguna di sebagian besar bidang kehidupan. Pemahaman dasar konsep matematika tidak hanya diperlukan dalam kehidupan kita sehari-hari, tetapi juga sangat penting dalam beberapa bidang seperti akuntansi, perbankan, keuangan, dan komputasi.

c) Hanya satu cara untuk menyelesaikan masalah
matematika Mengajar matematika melalui metode? Pikirkan lagi. Masalah matematika adalah sesuatu yang berkaitan dengan situasi kehidupan nyata, dan setiap anak mungkin memiliki cara berbeda untuk mendekatinya. Bersikaplah terbuka terhadap ide-ide, dan biarkan anak-anak mencari cara terbaik mereka, daripada membatasi mereka pada pendekatan tradisional.

d) Kita harus menghafal banyak fakta dan formula
Seperti yang telah dibahas sebelumnya, matematika adalah tentang membuat konsep yang benar dan menerapkan ide. Daripada hanya memiliki anak-anak yang tahu bahwa 2×3 sama dengan 6, penting untuk membuat mereka mengerti bahwa itu juga berarti 2 kelompok yang terdiri dari 3 orang.

e) Matematika dapat dipelajari dengan pemecahan masalah yang berulang-ulang saja.
Orang tua sering berpikir cara terbaik untuk belajar adalah melalui praktik berulang yang sama sampai anak-anak

mendapatkannya. Kenyataannya adalah, penting untuk menyadari ketika seorang anak tidak belajar, dan

rumussoal.com mengajarinya menggunakan metode baru atau analogi kehidupan nyata saat itu juga. Penekanan berlebihan pada penyelesaian lembar kerja dan latihan berulang hanya mengarah pada pengembangan sikap negatif sebagai balasannya.

f) Tujuan akhir penyelesaian masalah matematika adalah untuk mendapatkan jawaban yang tepat.
Jika Anda meluncurkan satelit, penting untuk memastikan bahwa Anda menghitung semuanya dengan benar. Tidak ada yang mau mendengar bahwa satelit gagal diluncurkan hanya karena perhitungan tertentu salah! Tetapi

pertanyaannya adalah – apakah Anda seorang peluncur satelit? Atau sekadar belajar matematika? Mendapatkan jawaban yang benar tentu saja penting bagi Anda, tetapi proses untuk sampai ke sana sama pentingnya. Sebagian besar anak-anak sibuk memikirkan jawaban yang benar – Tetapi yang penting adalah memahami apa yang Anda lakukan, daripada hanya melakukannya.

g) Matematika adalah tentang Logika tanpa kreativitas
. Sebenarnya masalahnya adalah bahwa matematika memang membutuhkan logika – tetapi bukan tanpa kreativitas! Seperti sains lainnya, matematika juga melibatkan kreativitas, eksperimen, dan pemikiran intuitif yang adil. Padahal, matematika adalah seni abstrak.

h) Anda harus
pandai perhitungan untuk memahami matematika. Adalah anggapan umum bahwa seseorang bisa pandai matematika hanya jika dia pandai perhitungan. Ia harus dapat menghitung dengan cepat, melipatgandakan /

membaginya dalam hitungan detik secara mental. Biasanya dirasakan bahwa penggunaan kalkulator dan alat lain seperti jari, sempoa, dll menunjukkan kemampuan aritmatika yang buruk. Berita baiknya adalah matematika bukan

hanya tentang menghitung, tetapi lebih memahami konsep dan menerapkan pendekatan pemecahan masalah yang logis. Matematika saat ini adalah ilmu gagasan – bukan hanya latihan aritmatika.

i) Kemampuan Matematika adalah Kemampuan bawaan Sejak lahir
Orang percaya bahwa keberhasilan dalam matematika lebih tergantung pada kemampuan bawaan daripada pada

pembelajaran tambahan. Tetapi kenyataannya adalah bahwa seperti halnya mata pelajaran lain, upaya berkelanjutan dapat membawa siswa ke tingkat pencapaian yang memuaskan.

j) Konsep yang berfungsi – bukan Praktik atau sebaliknya!
Mitos ini berbicara tentang kasus klasik dari berbagai pendapat orang. Beberapa percaya bahwa memahami konsep itu sudah cukup dan Anda tidak perlu berlatih untuk berhasil dalam ujian. Sebaliknya, beberapa orang menekankan untuk berlatih lebih dari sekadar memahami.

Namun kenyataannya, untuk berhasil dalam ujian, praktik, serta pemahaman konsep yang jelas dan menyeluruh, keduanya sama pentingnya. Sementara yang pertama dapat dilakukan dengan secara ekstensif memecahkan masalah matematika lurus, yang terakhir dikembangkan dengan memecahkan lebih banyak masalah kontekstual, di mana pemahaman, serta praktik perlu diimplementasikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *